Toko Kopi Tuku, Kopi Favorit Para Tetangga

0
467

Siapa bilang brand kopi lokal tidak semenarik brand kopi luar yang memiliki franchise yang tersebar di mana-mana? Tuku merupakan sebuah kedai kopi yang didirikan sejak 1 Juni 2015. Meskipun belum lama beroperasi, Tuku yang awalnya dibuka di kawasan Cipete, kini bisa membuktikan bahwa brand lokal bisa bersaing dengan brand internasional.

Tidak hanya terkenal di kalangan millennial, Tuku juga digemari dari berbagai kalangan para pecinta kopi termasuk Presiden RI, Jokowi. Popularitas Toko Kopi Tuku, ternyata bisa membuat Presiden Jokowi pun penasaran. Kehadiran Presiden Jokowi di Toko Kopi Tuku tentunya membawa pembuktian tersendiri bagi Tuku, sebagai kedai kopi yang dapat bersaing dengan brand internasional.

Es Kopi Tetangga, signature coffee yang dimiliki Tuku, nyatanya bisa menjadi favorit bagi banyak orang. Es Kopi Tetangga adalah Ice Latte yang menggabungkan susu, krimer, espresso, dan gula aren. Rasa kopi yang dipadukan dengan gula aren menjadikan Es Kopi Tetangga bertekstur kental dan creamy dengan rasa karamel yang didapat dari gula aren.

“Nama minumannya kami berikan nama Kopi Tetangga, karena kami meracik berdasarkan masukan-masukan tetangga sekitaran Cipete dan ternyata sesuai dengan selera mereka,” papar Chandra mengenai asal usul nama Es Kopi Tetangga.

Selain Es Kopi Tetangga, Toko Kopi Tuku juga memiliki varian lain yaitu Kopi Hitam yang disajikan dingin atau panas untuk para pecinta kopi yang tidak terlalu menyukai paduan susu di kopinya. Sebagai pendamping kopi, Toko Kopi Tuku juga menjual beberapa makanan ringan seperti Banana Cake, Carrot Cake, Chocolate Cake, Lumpia Goreng, Tahu Schotel, dan Donat Kampung yang juga menjadi favorit pelanggan Tuku.

Biji kopi yang digunakan di Toko Kopi Tuku diambil langsung dari beberapa daerah petani kopi, seperti Garut, Lintong, Aceh Gayo, Bali, dan Flores. Profil roasting Tuku menggunakan beberapa karakter yaitu medium dark dan dark roast. Profil roasting dark roast digunakan sebagai karakter minuman ‘Kopi Tetangga’, sedangkan medium dark roast digunakan untuk minuman premium seperti Cappucino, Latte, dan Long Black.

“Untuk roaster-nya itu sendiri saat ini kami memiliki tim roaster sendiri, karena dari awal toko kami berdiri, kami tidak hanya menjual minuman saja namun kami juga mengolah biji kopi untuk kebutuhan operasional kami,” lanjut Chandra.

Ide awal owner Tuku, Andanu Prasetyo, adalah ingin mengembangkan industri kopi melalui konsep Local Neighbourhood Coffeeshop. Nama Tuku diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti ‘Membeli’.

“Dari segi penamaan sebenarnya tidak ada arti khusus, karena dari penamaan cukup unik jika diucapkan dan lebih mudah diingat,” ujar Chandra. “Dan mengapa kami memberi nama ‘Toko Kopi Tuku’ karena kami hadir tidak hanya sekedar menjual minuman, akan tetapi juga menjual alat-alat membuat kopi untuk rumahan dan juga biji kopi yang fresh yang dapat dibeli oleh customer agar dapat dikonsumsi di rumah,” paparnya kembali.

Konsep yang dibangun di Toko Kopi Tuku lebih ke arah ‘coffee to go’. Inilah yang mendasari tersedianya sebuah kursi panjang yang ditujukan untuk customer ketika menunggu pesanan mereka. Untuk membangun suasana yang lebih dekat antara barista dengan customer, area bar di Tuku dibangun dengan  jarak yang tidak terlalu jauh dengan customer.

Hingga saat ini Toko Kopi Tuku telah memiliki tiga cabang, yaitu di Cipete, Bintaro dan Pasar Santa. Cabang Pasar Santa dikhususkan untuk melayani pemesanan melalui aplikasi online. “Dengan dibukanya toko yang kami khususkan pembelian aplikasi online, harapannya kami dapat melayani customer lebih baik lagi sehingga customer tidak terlalu lama menunggu pesanan mereka,” ujar Chandra menutup perbincangan.

Toko Kopi Tuku

Jalan Cipete Raya Blok B No.7,

Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan

Jam buka : 07.00 – 22.00

Instagram: @tokokopituku