Tempat Sosialisasi dan Kreasi

0
185

90 Degrees Coffee, sebuah kedai kopi yang terletak di wilayah Tebet Barat VIII E ini baru dibuka di bulan Desember 2017. Nama 90 Degrees diambil dari besaran suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi dengan teknik manual brew.

90 Degrees Coffee didirikan oleh empat orang yang memimpikan sebuah kedai kopi yang bernuansa rumahan. Latar belakang pemiliknya beragam, ada yang berasal dari industri fast-moving consumer goods (FMCG), dan ada pula yang memang sudah berpengalaman mendirikan kedai kopi sebelumnya.

Dengan interior yang berkonsep classic dan vintage, 90 Degrees sengaja mendekor ruangannya dengan furniture dan pencahayaan yang membuat pengunjung merasa nyaman layaknya berada di rumah. Suasana ‘feels like home’ ini didukung dengan eksterior sebuah rumah asri dengan halaman luas, yang menurut Teddy Dwitama, salah satu pemilik 90 Degrees Coffee, terinspirasi dari tempat nongkrong di serial Friends.

“Awalnya bangunan ini adalah studio foto, dan karena ingin mempertahankan feel rumah, lantai dan kayu tetap dipertahankan untuk mendapatkan style classic dan vintage,” ujar Teddy.

Konsep utama yang ingin dibangun 90 Degrees adalah sebuah kedai kopi yang dapat memadukan kebutuhan pengunjungnya. Itulah alasan mengapa di 90 Degrees terdapat varian tempat duduk seperti sofa, bench panjang atau kursi kayu di teras bagi mereka yang merokok. “Harapannya 90 Degrees bisa berusaha deliver semua, baik untuk tempat hangout, tempat meeting, belajar dan tempat santai,” ucap Teddy.

Ada dua Signature Drinks di 90 Degrees Coffee yaitu Happy Coffee dan Cold Play. Happy Coffee merupakan kopi susu dengan tambahan gula aren. “Yang membedakan Happy Coffee dengan kopi susu lain adalah karakter house blend-nya. Di 90 Degrees majority biji kopi diambil dari Ciwidey, Jawa Barat, karena rasanya lebih fruity,” katanya lagi.

Sedangkan Cold Play adalah paduan dari espresso dan lemon ice. Asamnya kopi yang bercampur citrus yang dipadukan dengan kesegaran es, membuat rasa Cold Play lain dari kopi lainnya. “Dinamakan ‘Cold Play’ karena minuman ini memadukan cita rasa kopi dan jeruk dan rasanya bikin main-main di lidah dan disajikan dingin. Jadi dari kata dingin dan sensasi main-main di lidah itu kita namakan ‘Cold Play’. Cold Play rasanya cenderung refreshing dan nggak milky,” jelas Teddy.

Selain biji kopi dari Ciwidey, 90 Degree Coffees juga menggunakan varian single origin yang beragam dari berbagai wilayah, seperti Aceh Gayo, dan Toraja. “ini option untuk teman-teman pecinta Specialty Coffee dan Single Origin, biar rasanya nggak itu-itu aja,” ungkap Teddy.

Untuk yang bukan pecinta kopi, 90 Degrees juga menyediakan berbagai menu non coffee based, seperti frappe dan latte. Sedangkan untuk menu makanan, signature dish-nya adalah Donat Ice Cream. Variasi menu makanan lainnya adalah Makaroni, Risol, French Fries, Banana Cake, Lapis Surabaya, Brownies, Apple Pie,  dan Dimsum. Menu makanan akan diubah setiap harinya agar pengunjung tidak merasa bosan.

Sesuai dengan misi kedai kopi ini untuk menjadi tempat sosialisasi dan kreasi, maka pada bulan Februari 2018 ini, 90 Degree Coffee dijadikan sebagai tempat exhibition fotografi. Ke depannya, 90 Degree terbuka untuk siapapun yang ingin berkarya di kedai kopi ini. “Asal izin dulu aja,” tutup Teddy.

90 Degrees Coffee

Jl. Tebet Barat VIII

Tebet, Kota Jakarta Selatan

Jam Buka: 10.00 – 22.00

Instagram: @ninetydegreescoffee