Earhouse, the rising of a local scene

0
336

Duo musisi Endah N Rhesa mendirikan Earhouse karena terinspirasi oleh saran Steve Rennie, mantan manager band Incubus, yang mengatakan bahwa ‘jika seorang musisi ingin musiknya awet, maka ia perlu membangun local scene sendiri’. Saat itu mereka bertemu dengan Steve Rennie di MIDEM Festival di Perancis pada tahun 2013, sebuah perhelatan untuk semua elemen pelaku industri musik dari seluruh dunia.

Kembali ke tanah air, Endah N Resa bertekad membangun local scene mereka dan akan dimulai dari lingkup terkecil yaitu daerah Pamulang. Mengapa Pamulang ? Menurut Endah, di sini memang rumah nya dan di sini berdua dengan Rhesa bisa bertemu tetangga-tetangga yang memang tinggal di sekitar rumah. Sejak awal Endah N Rhesa ingin menemukan

teman-teman yang sehobi dan sefrekuensi dan kalau ada tamu yang datang dari berbagai kota itu akan menambah referensi buat teman-teman di sekitar Pamulang.

Endah dan Rhesa menginginkan Earhouse sebagai  kafe yang mewadahi interaksi para insan kreatif di industri musik. Di Earhouse, semangat membangun local scene diwujudkan dengan berbagai program gratis. Hampir setiap hari ada program khusus yang disediakan dan pengunjung tinggal memilih sesuai minatnya. Ada program yang rutin, ada pula yang dibuat sesuai permintaan pengunjung.

Earhouse Songwriting Club

Setiap Senin jam 19.30. Mereka yang berprofesi sebagai penulis lagu atau yang masih belajar dapat mengikuti klub ini untuk saling berbagi dan mendapatkan pengetahuan bahkan ide dalam membuat sebuah lagu, khususnya dalam pembuatan lirik.

Open Stage

Setiap Rabu jam 21.00. Panggung unjuk kebolehan bagi siapa saja yang ingin menampilkan karyanya, baik itu musik dengan membawakan karya lagu orisinal, membaca puisi, atau bahkan melucu dengan gaya stand up komedi bisa ditampilkan disini. Peserta hanya perdu mendaftar satu jam sebelumnya untuk mendapatkan nomor giliran tampil.

Kafe Earhouse berkapasitas sekitar 50 orang dan ambience nya cukup hangat. Selain musik, kafe juga menyediakan makanan dan minuman pendamping aktivitas santai. Sesuai keinginan Endah dan Rhesa, menu yang disajikan relatif ringan, terjangkau, dan enak.

Endah dan Rhesa tak semata mencari keuntungan dari bisnis kafenya. ”Siapa saja boleh datang. Tak harus pesan (makanan atau minuman) karena kami menyediakan air putih dan Wi-Fi gratis. Kami ingin kafe ini jadi ruang interaksi bagi siapa saja,” kata Rhesa.

Semoga Earhouse terus menjadi salah satu tempat membakar semangat orang-orang kreatif dalam melahirkan karya dan energi positif serta melahirkan semakin banyak komunitas dengan bertujuan baik.

Viva Local Scene !

Earhouse

Ruko Pasar Kita Blok R2 No.9

Pamulang, Tangerang Selatan

Banten

Jam buka : 15:00 – 23:00

Sumber Foto: Instagram @earhouse