Mengenal Biji Kopi dari Praktik Cupping

0
172
Processed with VSCO with a6 preset

Coffee Cupping adalah metode untuk mengevaluasi sejumlah karakter yang terdapat pada aroma dan rasa dari biji kopi tertentu. Praktik ini biasa dilakukan oleh Q Grader profesional untuk menentukan kualitas kopi dan mencari karakteristik rasa dan aroma kopi. Kegiatan ini penting juga dilakukan oleh roasters (penyangrai) untuk memastikan hasil sangrai telah dilakukan dengan benar, juga oleh pemilik cafe dan barista supaya mereka bisa menentukan apakah biji kopi yang akan dipakai nanti telah sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Namun demikian kegiatan ini tidak terbatas dilakukan oleh kaum profesional, masyarakat umum pencinta kopi juga bisa melakukannya untuk keperluan hobi atau pribadi.
Setiap Q-grader atau para ahli bisa saja memiliki proses dan cara pandang mengenai cupping yang berbeda. Tetapi semoga artikel ini bisa membantu para pencinta kopi pemula yang juga ingin mengalami petualangan dalam secangkir kopi.

Seperti kita ketahui, setiap biji kopi memiliki karakter dan keunikannya masing-masing. Kadang di kedai kopi gaul kita melihat seseorang yang baru saja menyeruput kopinya berkata “hmmm…kopinya ada aroma pala, gurih seperti kacang, after tastenya rada pahit…” kadang kala dalam bahasa inggris.

Orang awam biasanya akan bingung, karena kita hanya mengetahui kalau kopi itu adanya pahit atau Ice Frappucino.

Jika kita mengunjungi kedai kopi ‘specialty’ yang sedang menjamur, atau cabang ‘reserve’ dari kedai kopi waralaba internasional itu, akan umum kita menjumpai biji kopi atau menu yang disertai dengan keterangan asal dan cita rasa. Baik Toraja, Flores, Ethiopia dan nama-nama negara Amerika Latin yang disertai keterangan cita rasa floral, fruity, nutty yang kadang juga diberi keterangan ketinggian letak perkebunannya.

Awalnya memang tampak sulit untuk melakukannya, namun semakin sering kita mencicipi
berbagai jenis kopi, maka akan semakin mudah kita bisa membedakannya dan semakin kita memahami kualitas kopi yang sedang kita nikmati.

MEMAHAMI CITA RASA DALAM SECANGKIR KOPI

Indra penciuman dan indra perasa memainkan peranan penting dalam proses coffee cupping ini. Prosesnya biasa dimulai dengan menghirup aroma kopi lewat hidung, lalu menyeruput kopi dengan cepat supaya bisa mencapai pangkal lidah.Meski seluruh area lidah kita mampu mengecap aneka rasa, namun ada bagian yang lebih sensitif untuk mendeteksi antara 1 rasa dengan yang lain. Bagian pangkal lidah untuk menangkap rasa pahit, ujung lidah untuk rasa manis, kemudian pinggiran untuk asam dan asin. Maka itu penting untuk setiap bagian lidah bisa di’basahi’ dengan kopi yang sedang kita cupping.

source : https//store.sca.coffee/

 

Ada beberapa hal yang dinilai ketika melakukan cupping, seperti :

Fragrance/Aroma : kita akan menilai kualitas dan intensitas dari aroma kopi, penilaian juga bisa diberikan berdasarkan apakah kopi ini beraroma segar/tidak, under/over roasted, adakah aroma bunga, buah, manis, atau rempah dst.

Acidity : karakter rasa asem pada kopi bisa menjadi atribut yang positif jika memberikan sensasi menyegarkan dan “hidup” seperti menikmati buah yang matang, namun disisi lain bisa negatif jika memberikan sensasi tidak menyenangkan dari rasa asem yang kecut seperti buah tidak matang. Nilailah bagimana intensitas dan kualitas rasa asem dan asosiasikan rasa asem tersebut pada buah atau makanan yang pernah kita rasakan.

Body : disini kita menilai tekstur atau sensasi berat cairan yang kita rasakan dimulut. apakah kopinya terasa kaya, ringan, lembut, creamy, atau encer.

Flavour : dari kopi yang kita cicip apakah kita menemukan citarasa yang kita kenal seperti buah jeruk, apel, mangga, atau aroma bunga melati, lavender, mawar, atau rasa manis seperti madu, gula jawa, karamel, dst.

Aftertaste : bagaimana rasa kopi yang ditinggalkan setelah kita telan apakah menyenangkan atau tidak, apakah lembut, pahit, kering, lengket, tajam, manis, dst.

Balance : disini kita menilai semua elemen rasa yang ada dan bagaimana elemen rasa tersebut saling melengkapi, apakah ada yang lebih kuat daripada yang lain, atau membentuk harmoni rasa yang saling melengkapi seperti sebuah musik balad atau begitu komplek seperti musik klasik.

Tentunya dengan sering berlatih kita akan semakin tajam dan mampu membedakan karakter-karakter rasa yang terdapat dalam setiap kopi yang kita minum, dengan begitu kita jadi bisa lebih menikmati dan memahami kopi seperti apa yang kita sukai.

Ps : Coba ikuti juga kelas cupping yang sering diadakan di berbagai tempat berbeda untuk
mendapatkan pengalaman dan cerita baru. Pssst… kadang-kadang kalau kamu sedang beruntung, barista atau pemilik cafe tidak keberatan memberi sesi cupping gratis.